Kleng….Amahe Puk..!
Siapa yang berkata itu? Hanya seorang anak kecil umur 2 tahun dan baru belajar untuk lancar berucap. Ucapan itu sendiri keluar begitu spontan dari bibirnya, saat nasinya dihabisi oleh neneknya. Tentu saja yang diumpat adalah neneknya yang mengira Putu Agus, nama si kecil, sudah tidak berselera lagi.
DIumpat seperti itu, Nenek Agus marah bukan kepalang. “Nak cenik engken ne….aeng kasar sajan munyinne!” Itu katanya. Dilanjutkan dengan kalimat betapa capeknya dia menunggui Si Putu Agus makan dan tidak selesai-selesai.
Putu Agus ngambek, karena nasinya habis. Tentu saja, namanya juga anak kecil. Dia ngamuk sambil mengucapkan kata-kata yang terasa ajaib jika diucapkan oleh anak umur 2 tahun. Leak, nas kleng, amahe…berhamburan dari bibirnya, ditengah tangisnya yang menjerit-jerit.
Bukannya menenangkan, Nenek Agus malah makin marah. Ibu Agus ikut bergabung. Dia malah lebih galak dari pada sang nenek. Agus tiba-tiba menjerit-jerit. Mungkin dia disakiti, entahlah, karena aku hanya nguping dari tembok rumahku. “Suud ngomong keto…! Nak cenik leak nenenan. Neh baange nasi biin. Amah telahan…Suud ngeling! Awas biin dingeh ibuk ngomong kasar!”
Ufffhhh….aku merasa sesak. Agus masih anak-anak. Umur dua tahun, dia baru belajar dari apa yang dia lihat dan dia dengar disekitarnya. Jika Agus berkata leak, dia pasti mendengar, bukannya…pluk…begitu saja jatuh ke bibirnya. Jika Agus tidak hormat kepada neneknya, dia pasti melihat…bukannya alamiah meluncur begitu saja dari kendali otaknya.
Ibu Agus bertingkah seolah dia penguasa. Jujur…aku tiba-tiba membenci ibu Agus. Sekarang Agus memang kecil dan tidak berdaya. Tunggu saja jika Agus beranjak dewasa, sedang Ibu Agus beranjak renta…disanalah Ibu Agus harus bersyukur sejadi-jadinya, jika ternyata Agus berhasil menumbuhkan dirinya menjadi anak yang menyayangi orang tuanya.
PS: Tanpa bermaksud menyalahkan, mungkin Ibu Agus dulu juga dibegitukan oleh Nenek Agus, mungkin juga dulu Nenek Agus dibegitukan oleh KumpiĀ Agus. Semoga nanti Putu Agus bisa memutus rantai ini.
9 Comments »
Leave a comment
-
Archives
- August 2008 (10)
- July 2008 (6)
- May 2008 (1)
-
Categories
-
RSS
Entries RSS
Comments RSS



he..he.. aku sudah memutus rantai tulah hidup itu
aku kan sekarang anak baik, ga pernah mengumpat, ga pernah
kasar, paling mencuri. padahal bapak komang, cucu komang ga
ada begitu.
mencuri hati ya mang???
kleng luung sajan tulisane geg ary puk!
hoi….ton, kapan kita ke matahari terbit?
bani tak ajarin gini,” cakcang cang ci nah…” huahuhauhauuu
nyen to? nyen to?
jeg antem nas ne..!
*kaburr…
to…memene…bli alit, aeng gaya pesan mare dadi meme..hehehe
salam kenal,
mih sajaan kasar gati dingeh lamun nak cenik ngomong keto.
mani kalo udah punya adik kecil ngumpatnya pake bahasa indonesia aj.
hehehe
soedra,
cafeterianiks.wordpress.com
soedra, gimana kalo ngumpatnya pake bhs inggris, sepertinya lebih keren..hahahaha